Home / Renungan / Pengharapan Kepada Yesus Memberi Hidup Sesungguhnya

Pengharapan Kepada Yesus Memberi Hidup Sesungguhnya



Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan kepada Kristus, maka kita adalah orang– orang yang paling malang dari segala manusia

(1 Korintus 15: 19)



1 Korintus 15: 12– 20

Ayat– ayat di dalam 1 Korintus pasal 15 ini, khususnya pada bagian ay. 12– 20 seringkali dipergunakan di dalam kebaktian penghiburan bagi jemaat yang baru saja mengalami kedukaan akibat kepergian orang yang mereka kasihi.

Pasal ini diawali dengan penjelasan panjang lebar Rasul Paulus tentang arti makna kebangkitan bagi orang percaya, serta memberikan bukti– bukti tentang kebangkitan itu kepada para pembaca suratnya, terutama kepada orang– orang di Korintus. Penjelasan ini lalu dilanjutkan oleh Paulus dengan pengajaran tentang kebangitan Kristus yang adalah pondasi iman bagi orang percaya. Paulus awali bagian ini dengan sebuah pertanyaan (atau tepatnya pernyataan) tentang bagaimana mungkin orang– orang di Korintus dapat berkata bahwa tidak ada kebangkitan orang mati, sementara bukti kebangkitan itu, yaitu kebangkitan Kristus begitu nyata dan jelas. Maka, menurut Paulus, bila benar tidak ada kebangkitan, maka berita dan pengajaran tentang kebangkitan Kristus jadi sebuah berita bohong (lht ay. 13) dan sia– sialah supaya pemberitaan Injil tentang kasih Allah yang nyata di dalam Kristus Yesus yang telah mati dan bangkit itu (ay. 14). Bahkan, Paulus katakan bila tidak ada kebangkitan dan Kristus juga tidak bangkit, maka Paulus sebagai seorang rasul telah melakukan dusta besar, baik kepada manusia maupun kepada Allah sendiri (ay. 15). Bukan itu saja, maka dosa– dosa manusia pun tidak akan pernah tertebus dan sia– sialah orang– orang menjadi percaya kepada Kristus (ay. 16– 17), serta sia– sialah kematian orang yang mati dalam percaya kepada Kristus (ay. 18). Semoga argumentasi ini Paulus sampaikan untuk membuka wawasan dan mengoreksi pandangan dari orang– orang di Korintus yang masih mempersoalkan kebangkitan Kristus dari antara orang mati. Untuk menegaskan dan menguatkan argumennya ini, Paulus memberikan penekanan tentang pengharapan dalam iman kepada Kristus yang telah bangkit itu, rupanya bukan saja bicara tentang pengharapan yang ada di dalam kehidupan saat di dunia ini saja, tetapi juga soal adanya pengharapan kelak setelah kematian. Pengharapan akan kehidupan yang kekal kelak, yang akan diterima justru karena memiliki iman– saat ini– kepada Kristus Yesus yang telah mati dan bangkit itu.

Dari penjelasan Rasul Paulus ini, maka kita dapat memahami bahwa hidup yang sesungguhnya adalah kehidupan di dalam pengharapan kepada Kristus Yesus yang sudah mati dan bangkit itu. Pengharapan yang bukan saja ada di dalam dunia ini saja, tetapi juga tentang adanya hidup yang kekal yang akan diterima di dalam iman kepada Kristus yang telah bangkit itu.

Banyak orang yang memiliki “pengharapan” dan pemaknaan yang kurang tepat tentang apa arti hidup itu sesungguhnya, dan juga tentang apa yang membuat hidup kita itu punya makna dan arti. Ada yang mengkaitkan hidup yang bermakna dan berarti itu dengan hal apa saja yang patut dibanggakan selama hidup di dalam dunia ini, yaitu pencapaian– pencapaian dan prestasi yang diraih. Tidak ada yang salah sih dengan memiliki kehidupan yang di dalamnya menghasilkan hasil yang patut dibanggakan dan bahkan mungkin juga berarti bagi orang lain.

Hanya saja, menurut penjelasan Rasul Paulus ini, hidup yang sesungguhnya bermakna dan berarti itu dimulai dari keyakinan memiliki hidup sejati dalam iman dan percaya kepada Kristus Yesus yang telah mati dan bangkit dari antara orang mati, yang hidup dan naik ke sorga, serta berjanji akan datang kembali untuk kedua kalinya kelak. Pengharapan dalam iman kepada Kristus yang bangkit inilah yang menjadi pondasi gerak langkah kehidupan sehari– hari yang memiliki makna dan arti, termasuk bagi orang lain atau sesama manusia. Pengharapan inilah yang juga membuat kita memiliki keyakinan akan adanya hidup sejati, yaitu dalam percaya kepada Kristus (bdk. Yohanes 5: 25). Hidup sejati yang bukan saja terjadi kelak, tetapi sekarang ini juga. Logikanya, justru karena telah yakin dalam iman bahwa pengharapan kepada Kristus yang telah bangkit itu membawa kita kepada hidup yang sesungguhnya, maka sebagai orang– orang percaya, tentunya kita akan terus berupaya memiliki hidup yang berkualitas sekarang, yaitu hidup mempermuliakan nama Kristus.

Untuk didiskusikan:

1. Bagaimana Saudara menjelaskan kepada orang lain tentang hidup sejati yang telah Saudara miliki dalam iman dan pengharapan kepada Kristus Yesus yang sudah bangkit dan hidup itu?

2. Bagaimana Saudara membuktikan keyakinan iman dan pengharapan Saudara yang menjadi pondasi gerak hidup sehari– hari Saudara? (AAS)

Check Also

KEBAKTIAN RUTIN

  Tanggal Bahan Tempat Liturgos Pelayan Firman KEBAKTIAN PRIA Selasa, 19 FebPkl. 18.00 WIB 2 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *