Home / Renungan / Upah Dari Sebuah Pekerjaan

Upah Dari Sebuah Pekerjaan

Kisah Para Rasul 9: 1– 9

Jawab Saulus:”Siapakah Engkau, Tuhan?” kata– Nya:

“Akulah Yesus yang kau aniaya itu”

(Kisah 9: 5)

Ketika kita bertanya kepada beberapa orang tentang apa kriteria pekerjaan yang diharapkan, tentu kita akan mendapatkan jawaban yang beragam. “Ada yang berharap mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensinya, ada yang menginginkan pekerjaan dengan upah besar dan fasilitas memadai.” Mungkin juga ada yang menjawab, “tidak apa kerja  kasar (berat) dengan upah kecil yang penting kerja.” Sangat manusiawi dan realitas ketika kita bekerja kita akan memikirkan seberapa besar/ kecil upah yang diterima. Tetapi sadarkah kita dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan, sebenarnya ada upah yang tidak berwujud materi (fisik) namun dapat kita rasakan manfaatnya? Tidak ada yang member, namun bisa kita terima! Pernyataan tersebut dapat kita lihat melalui sosok Saulus (Paulus)

Kis. 9: 1– 18 berkisah tentang pertobatan Saulus yang diawali dengan perjumpaannya dengan Yesus (melalui suara, ayat 4). Ayat 5 memperlihatkan dialog singkat antara Yesus dan Saulus. Ia menpertanyakan suara siapa yang memanggil namanya dan Yesus menjawab, “Akulah Yesus yang kau aniaya itu.” Suatu pernyataan Yesus yang mengidentifikasi diri dengan orang– orang Kristen. Apa yang dilakukan kepada mereka, itu juga yang dilakukan terhadap– Nya. Dialog tersebut ditutup dengan sebuah intruksi Yesus kepada Saulus untuk pergi ke Damsyik, “di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kau perbuat.” Tidak terlalu jelas memang intruksi yang harus dilakukan Saulus, namun kata ‘perbuat’ dalam ayat 6 menggunakan kata Yunani  poieo yang mempunyai arti, “melakukan, menghasilkan, atau berbuah.” Artinya, pengutusan Saulus ke Damsyik berkaitan dengan dirnya yang harus bermanfaat bagi orang– orang di Damsyik. Yesus ingin memakai Saulus untuk bersaksi.

Apa yang dapat kita refleksikan? Pertobatan Saulus menggiring dirinya kepada sebuah pekerjaan baru. Ia harus menyampaikan kabar baik Kristus, yaitu sebuah pekerjaan yang menuntut perubahan sikap dan sifatnya. Dalam instruksi-Nya, Yesus tidak membicarakan apa upah yang Saulus akan dapatkan kektika melakukan pekerjaan– Nya. Di sini kita dapat berefleksi bahwa upah terbesar yang Saulus dapatkan bukan berbentuk materi, namun melalui apa yang dikerjakan ia mempunyai jati diri, sifat, dan sikap yang baru.

Maka sesungguhnya apa yang kita kerjakan dalam dunia ini bukan semata– mata berlabuh pada upah materi, tetapi juga ketika apa yang kita kerjakan itu dapat membentuk diri kita menjadi sosok yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Maka itulah upah sesungguhnya yang dapat kita terima. John Ruskin, seorang kritikus seni asal Inggris pernah mengatakan, “Upah tertinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi menjadi seperti apa dia dengan kerja kerasnya itu.”

Pertanyaan Untuk didiskusikan:  

  1. Berdasarkan pengalaman saudara, hal apa yang saudara dapatkan melalui pekerjaan selain upah (materi)? Sebutkan secara konkret dan jelaskan!
  2. Menurut saudara apa tantangan (bisa juga hambatan) terbesar ketika kita melakukan pekerjaan? (HSV)

Check Also

Pengharapan Kepada Yesus Memberi Hidup Sesungguhnya

1 Korintus 15: 12– 20 Ayat– ayat di dalam 1 Korintus pasal 15 ini, khususnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *