Home / Renungan / Bijak, Berpengaruh dan Terpandang

Bijak, Berpengaruh dan Terpandang

1 Korintus 1: 26– 31

Saat ini kita hidup dalam kondisi di mana kebebasan berpendapat menjadi begitu sangat memengaruhi kehidupan sodial, terutama jika seseorang, sesuatu hal atau kejadian diberitakan oleh media. Masyarakat bisa member nilai melalui komentar dengan cara halus dan sopan hingga cara kasar dan berujung pada pertikaian.

Dampaknya, opini masyarakat digiring untuk pro dan kontra pada seseorang atau sesuatu hal. Misalnya, ketika masyarakat memberikan komentar mengenai Anthony Ginting yang berjuang pada pertandingan bulu tangkis di ajang Asian Games dengan berakhir kalah. Meskipun ia berjuang dengan sekuat tenaga hingga cidera, ada yang memberikan komentar pro dan kontra terhadap ketidakberhasilannya itu.

Selain itu, ada pula yang mengomentari kinerja presiden Joko Widodo yang dianggap tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya. Bagaimana pun juga kita memang hidup di tengah kemudahan untuk memberikan pendapat dan juga memengaruhi orang lain agar sepaham dengan kita.

Pembacaan Alkitab kita saat ini menunjukkan situasi di mana Jemaat Korintus harus berhadapan dengan berita– berita yang menganggap salib Kristus adalah sebuah kebodohan. Apa yang dilakukan oleh Yesus bukanlah sesuatu yang baik. Hal ini memang dapat dimengerti karena pada masa itu, salib adalah sebuah hukuman yang diberikan kepada pelaku kejahatan. Namun itulah yang sesungguhnya hendak dinyatakan oleh Allah, Yaitu:”…apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang– orang yang berhikmat…” (ay. 27)

Hikmat yang dimaksud dalam ayat ini adalah hikmat yang diukur dengan standar nilai menurut ukuran manusia. Sesungguhnya Allah melakukan itu agar tidak ada seorangpun yang bermegah atau sombong (ay. 29).

Itu sebabnya, sebagai anak– anak Allah, kita bijaksana dalam menilai sesuatu, termasuk diri kita sendiri. Jangan khawatir jika kita dianggap “minoritas” atau dipandang negative oleh orang lain. Ingatlah bahwa Allah memanggil kita untuk menjadi orang– orang yang bijak, berpengaruh dan terpandang (ay. 26) melalui karya yang dapat kita lakukan di mana pun Tuhan menempatkan kita. (ENT)

Pertanyaan Untuk didiskusikan: 

  1. Bagaimana kita dapat membedakan hikmat Allah dan hikmat manusia?
  2. Karya seperti apa yang dapat dilakukan oleh GKP, baik sebagai anggota jemaat maupun sebagai organisasi, agar menjadi orang yang bijak, berpengaruh dan terpandang di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara?

Check Also

Pengharapan Kepada Yesus Memberi Hidup Sesungguhnya

1 Korintus 15: 12– 20 Ayat– ayat di dalam 1 Korintus pasal 15 ini, khususnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *