Home / Renungan / Keluarga Kristen Jadi Berkat Bagi Sesama

Keluarga Kristen Jadi Berkat Bagi Sesama

Lukas 14: 12– 14

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa– apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang– orang benar.(Lukas 14: 14)

Seorang anak mengeluhkan kesedigannya kepada orangtuanya ketika diperlakukan sebagai orang asing dan tidak diterima secara baik dalam lingkungan sepermainannya. Ia mengungkapkan bahwa anak– anak lainnya tidak menerima dan mengajaknya bermain karena ia berbeda dengan mereka. Ia juga menceritakan bahwa anak– anak lainnya suka menejeknya bermain karena pe rbedaan itu. Di sisi lain seorang anak dengan kekesalannya menceritakan kepada orang tuanya tentang ketidaksukaannya terhadap anak yang lain dan menyatakan bahwa ia tidak mau berteman dengannya. Berbagai kejelekan dan kondisi berbeda anak lain itu diungkapkannya sebagai alasan pembenaran atas sikapnya tersebut.

Menerima dan memperlakukan orang lain dengan baik dan sepantasnya merupakan sikap yang mencerminkan budi pekerti seseorang– sebuah tindakan yang didasari atas kesadaran diri untuk membangun relasi dan memandang orang lain sebagai bagian dari diri atau komunitasnya. Namun, dalam kemyataannya tidak semua orang dapat menerima dan memperlakukan orang lain dengan baik. Sikap diskriminasi dan memandang bahwa dirinya lebih baik dan benar dari orang lain menjadi kendala untuk membangun sebuah relasi yang harmonis dan damai. Perbedaan demi perbedaan dijadikan sebagai suatualasan untuk menolak orang lain dan memandang mereka sebagai orang luar yang tidak pantas untuk bergaul dengan dirinya atau komunitasnya.

Dalam bacaan Alkitab saat ini, Yesus mengajarkan kita bahwa setiap orang percaya memiliki tanggung jawab social yang harus dilakukannya. Setiap orang percaya diperintahkan untuk memiliki keterbukaan dan kepedulian terhadap orang lain bukan hanya kepada orang– orang yang kita pandang dekat dan menguntungkan bagi diri kita saja, melainkan juga terhadap orang– orang yang mungkin kita tidak kenal, berbeda, lemah dan tidak dapat member keuntungan bagi kita. Hal tersebut digambarkan dalam peristiwa undangan perjamuan yang dihadiri Yesus melalui perkataanNya, yaitu: “Tetapi apabila mengadakan perjamuan, undanglah orang– orang miskin, orang– orang cacat, orang– orang lumpuh dan orang– orang buta” (ay. 13). Tidak semua orang mungkin dapat memahami perkataan Yesus ini. Ketika seseorang mengundang orang lain untuk hadir dalam sebuah pesta itu karena mereka pantas dan memiliki arti di dalam kehidupannya bukan orang– orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dia. Dengan mengatakan demikian Yesus mengingatkan akan panggilan kita untuk saling mengasihi sesama manusia, yaitu mengasihi dengan tulus dan tanpa pamrih tanpa menjadikan perbedaan sebagai halangannya.

Keluarga sebagai pranata social dan bagian dari gereja memiliki tanggung jaawab untuk mengajarkan nilai– nilai kemanusiaan dan kasih di dalam kehidupannya. Sikap inklusif dalam keluarga tercermin dalam kehidupannya sehari– hari yang mau saling menghargai, menghormati dan mengasihi satu dengan yang lainnya dimulai dari keluarga itu sendiri. Keluarga diajak untuk terus memberitakan nilai– nilai kasih tersebut dan menerapkannya di dalam hidupnya. Keluarga juga diingatkan untuk menjauhi sikap yang membedakan– bedakan orang lain dari status, suku, agama, bangsa, dan lain sebagainya, melainkan dituntun untuk memiliki sikap rendah hati dalam memandang orang lain. Dengan melakukan hal itu keluarga mewujudkan saluran berkat bagi sesama.

Untuk didiskusikan: 

  1. Apakah yang saudara lakukan untuk mengjarkan keluarga atau anak– anak kita tentang mengasihi dan menjadi berkat bagi sesama manusia (dalam perbedaan)?
  2. Bagaimana cara kita untuk hidup sebagai orang Kristen di dalam masyarakat yang majemuk? (HKD)

Check Also

Pengharapan Kepada Yesus Memberi Hidup Sesungguhnya

1 Korintus 15: 12– 20 Ayat– ayat di dalam 1 Korintus pasal 15 ini, khususnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *