Home / Renungan / KASIH SEBAGAI IDENTITAS GEREJA SEBAGAI PERSEKUTUAN ORANG PERCAYA

KASIH SEBAGAI IDENTITAS GEREJA SEBAGAI PERSEKUTUAN ORANG PERCAYA

Kisah Para Rasul 4:31-37

(Lagu Tematis PKJ 105)

Keberadaan Gereja sebagai persekutuan orang percaya yang Tuhan tempatkan di dunia ini, mengambil bentuk perkumpulan atau organisasi yang dikenal ditengah masyarakat. Hal ini tidak dapat dihindari karena Gereja tidak boleh menjadi terasing dari kehidupan dunia dimana Allah menempatkannya.

Namun Gereja juga tidak boleh kehilangan identitas dasarnya agar ditengah dunia yang terus berubah dan berkembang, Gereja tidak kehilangan identitasnya dan menjadi sama dengan dunia ini. Identitas Gereja seharusnya nampak dalam nilai-nilai kehidupan yang diwujudkan oleh para anggotanya. Baik dalam membangun relasi internal antar warga jemaat tertentu, relasi antar jemaat, relasi oikumenis maupun memahami dan menyikapi di tengah masyarakat yang beragam.

Gereja membangun hidup persekutuan atas dasar kasih yang mempersatukan orang-orang percaya. Bukan sekedar menjadi satu sebagai anggota sebuah organisasi umum, tetapi kesatuan yang lebih mendalam sebagai bagian dari satu Tubuh Kristus, dimana Roh Kudus yang menggerakkan kehidupan persekutuan yang terbentuk dan melahirkan pemahaman pemahaman dan sikap sebagai manusia baru yang menerima keselamatan Allah.

Kesaksian Alkitab paska Roh Kudus tercurah kepada para Murid memperlihatkan beberapa perubahan yang mendasar dalam diri mereka:

  1. Memberitakan Firman dengan berani

Roh Kudus mendorong orang percaya menjadi berani memberitakan kehendak Allah, Memberitakan Firman Allah yang menyatakan kebenaran, keadilan, perdamaian, dll, senantiasa akan berhadapan dengan resiko dari  dunia yang sarat dengan perbagai persoalan dan kekacauan nilai-nilai kehidupan. Kehendak Allah/Firman Allah yang disuarakan oleh orang percaya akan menjadi Terang yang menuntun dan memberi arah untuk hidup yang mendatangkan kemuliaan Allah.

  1. Pemahaman baru tentang kepemilikan.

Orang percaya memahami apa yang dimilikinya adalah anugerah Allah, bahkan hidup yang dijalaninya adalah karena anugerah kasih dan pengampunan Allah. Dengan demikian segala sesuatu yang menjadi milik dalam hidupnya adalah milik Tuhan yang dapat bernilai manfaat bukan hanya sekedar untuk diri sendiri, tetapi menjadi bernilai untuk menyatakan kasih dan kepedulian terhadap sesama.

  1. Bersaksi tentang Kebangkitan Kristus

Bersaksi tentang Kebangkitan Kristus adalah kesaksian tentang, kasih, pengampunan dan kemenangan Kristus atas maut. Didalamnya orang percaya hidup dalam pengharapan yang mengatasi berbagai ketakutan da kekuatiran. Hidup yang berkelimpahan adalah hidup dengan kelimpahan kasih Tuhan. Bukan sekedar materi yang berkelimpahan.

Pertanyaan

  1. Bahaya apa yang bisa terjadi dalam kehidupan Gereja baik sebagai Organisasi maupun dalam pelayanan, yang dapat membuat Gereja kehilangan identitasnya sebagai persekutuan orang percaya?
  2. Apakah yang dilakukan oleh Barnabas harus dilakukan oleh semua orang pecaya dalam kehidupan ini?
  3. Apa yang bisa dilakukan oleh Gereja untuk mewujudkan kehidupan dalam kebersamaan kasih Allah dengan sesama dalam konteks masyarakat kita? (PW)

Check Also

Pengharapan Kepada Yesus Memberi Hidup Sesungguhnya

1 Korintus 15: 12– 20 Ayat– ayat di dalam 1 Korintus pasal 15 ini, khususnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *