Home / Renungan / Renungan

Renungan

“Mengelola Alam dengan Seimbang ”

Imamat 25: 1– 7 

 Sejak awal Allah menciptakan manusia untuk menguasai , mengusahakan dan mengelola bumi. Taklukkan bumi (kej. 1: 28) mengandung arti bahwa manusia diberikan tanggung jawab oleh Allah dalam mengusahakan dan mengelola bumi. Allah ingin manusia bekerja dan memberdayakan (menggunakan) ciptaan Allah yang lainnya.

Ketidaktaatan manusia pada perintah Allah menyebabkan hubungan manusia dengan Allah terputus dan hubungan manusia dengan ciptaan Allah yang lainnya menjadi yidak baik. Allah tidak membiarkan manusia dalam keberdosaannya. Allah berupaya untuk menyelamatkan manusiamelalui umat pilihannya. Allah memakai Musa untuk menjadi perantara komunikasi dengan umat pilihannya.

Perikop yang kita baca merupakan komunikasi Allah dengan Musa di Gunung Sinai untuk disampaikan kepada bangsa Israel. Allah berikan berbagai aturan untuk kehidupan bangsa Israel. Melalui bahan yang kita baca, maka hal– hal yang kita dapatkan yaitu;

  1. Ketetapan Allah (ayat 1– 2)

Allah memberikan perintah kepada Musa di Gunung Sinai bukan hanya berbicara mengenai Sabat untuk manusia dalam sepuluh hukum Tuhan tetapi juga memberikan perintah mengenai tahun sabat bagi tanah (Kel. 20: 8– 11). Kitab Imamat berisi hokum dan aturan yang diberikan Allah kepada bangsa Israel untuk mengatur kehidupan bangsa Israel agar tetap menjaga kekudusan serta berbeda dari bangsa yang tidak menenal Allah dalam kehidupan kita juga ada peraturan yang perlu kita taati supaya ada keteraturan dan untuk kebaikan Bersama

  1. Masa untuk mengelola tanah (ayat 3)

Bangsa Israel yang tadinya diberikan makan manna dan buruh puyuh oleh Allah ketika berada di padang gurun sudah saatnya mengusahakan sendiri. Ketika sudah sampai di tanah perjanjian di Tanah Kanaan, mereka harus makan dari hasil tanah dengan cara menabur benih, menanam dan memanen hasilnya. Hal itu boleh dilakukan selama 6 tahun. Sejak awal manusia diciptakan pun Allah memerintahkan untuk bekerja dengan mengusahakan dan mengelola bumi. Allah ingin agar manusia bekerja dan mengupayakan kebutuhan hidupnya. Kita pun dipanggil untuk bekerja sebagai bagian dari pelaksanaan mandat dari Allah. Secara tegas Paulus mengatakan bahwa yang tidak bekerja tidak usah makan (2 Tes. 3: 10)

  1. Tanah harus istirahat (ayat 4-7)

Setelah 6 tahun tanah dikelola maka tahun ke tujuh tanah beristirahat. Tahun ketujuh disebut tahun Sabat bagi tanah. Tahun sabat adalah kebaikan bagi tanah setelah dikelola selama 6 tahun. Tanah beristirahat untuk mengembalikan kesuburannya. Seperti halnya Allah berhenti bekerja pada hari ketujuh dan dalam sepuluh Hukum Allah yang disampaikan untuk bangsa Israel agar menguduskan hari Sabat sebagai hari perhentian. Tanah perlu diperlakukan dengan baik dan tidak terus menerus diperas untuk memenuhi kebutuhan manusia. Perlu ada waktu untuk memulihkan keadaan tanah. Ketika tanah beristirahat maka terjadi proses pemulihan kesuburan tanah.

Keserakahan dan tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup manusia, seringkali menyebabkan manusia mengelola tanah dengan sewenag– wenang dan tidak memikirkan keseimbangan alam. Pengelolaan tanah secara berlebihan menyebabkan kerusakan pada alam. Manusia seenaknya mengeksploitasi (memanfaatkan secara berlebihan untuk kepentingan sendiri) ekosistem (kumpulan mahluk hidup yang terdiri dari tumbuhan dan hewan serta lingkungan sekitarnya termasuk tanah). Penebangan hutan untuk dijadikan tempat bercocok tanam akhirnya menyebabkan banjir dan longsor. Korbannya manusia,hewan, dan rusaknya lingkungan di sekitarnya. Pembukaan lahan baru dengan pembakaran hutan juga menyebabkan polusi udara. Kerusakan bumi karena manusia sudah bertindak sewenang– wenang terhadap alam berakibat sangat luas misalnya terjadi pemanasan global sehingga naiknya permukaan air laut dan menenggelamkan pulau– pulau karena mencairnya es kutub utara dan selatan

Semua persoalan yang timbul akibat ketidaktaatan manusia pada Allah yang mengakibatkan manusia berada dalam kuasa dosa. Akan tetapi Kristus sudah datang dan menebus dosa kita dengan menegakkan keadilan akibat dosa melalui pengorbanan-Nya dan telah menyerahkan nyawa-Nya untuk pendamaian kita. Sebagai umat tebusan, kita perlu memperbaiki tatanan alam yang sudah rusak. Perlu kesadaran dari setiap kita dan menjaga lingkungan hidup disekitar kita dengan baik. Kita perlu selalu mengingatkan perintah– perintah Allah dalam mengelola dan mengusahakan bumi dengan memperhatikan kapan kita mengolahnya dan kapan harus beristirahat sehingga kita mengelola alam dengan seimbang.

Pertanyaan

  1. Apa penyebab kerusakan lingkungan di sekitar kita?
  2. Apa yang dapat kita lakukan sebagai bagian dari gereja untuk memelihara lingkungan di sekitar kita supaya tetap baik? (RCM)

Check Also

Pengharapan Kepada Yesus Memberi Hidup Sesungguhnya

1 Korintus 15: 12– 20 Ayat– ayat di dalam 1 Korintus pasal 15 ini, khususnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *